sistem transportasi masa kini

TERMINAL

Fungsi :
Tempat awal dan akhir operasi transportasi
Tempat pergantian moda atau rute
Fasilitas pelayanan dan pemeliharaan sarana transportasi (kendaraan & peralatan)
Penyimpanan, distribusi, dan bongkar muat barang

Jenis Terminal :
Pelabuhan
Lapangan terbang
Stasiun KA
Terminal bis
Terminal peti kemas
Stasiun pompa
dll

KARAKTERISTIK :
1. Waktu Pelayanan
Makin kecil makin bagus.
Contoh:
– Kapal laut = 15% waktu (musim salju utk perawatan)
– Pesawat terbang = 30 – 60 menit setiap 2 jam terbang (25 – 50%)
2. Fasilitas yang Disediakan
Tergantung jenis lalu lintas, contoh:
– Angkutan barang : sayur dan makanan perlu tempat pendingin; bahan cair perlu pipa dan pompa; barang tambang curah perlu sabuk gerak; peti kemas perlu crane.
– Angkutan penumpang perlu lift, toilet, kantin, ruang istirahat, dll.
3. Proses Pemeriksaan dan Distribusi
Supaya lancar, perlu pengaturan arus agar efisien dan dipisah-pisah.
Contoh : pemisahan arus kedatangan dan keberangkatan, pemisahan tempat untuk pengantar dan tempat pemeriksaan dokumen, klasifikasi tujuan.
 MASALAH YANG DIHADAPI
1. Perlunya Rencana Terpadu
Kasus sering terjadi : perencanaan terminal awalnya bersifat setempat & baru diperluas bila diperlukan.
2. Biaya
Biaya di ruas tergantung jarak tempuh, makin jauh unit biaya makin murah.
Biaya di terminal tergantung volume & jumlah angkutan.
Meliputi : biaya bongkar-muat, biaya sewa gudang, dll.
3. Tata Guna Lahan dan Kondisi Lokal
Terminal idealnya sedekat mungkin dengan sumber pembangkit perjalanan.
Terminal sejajar dengan muka jalan, bermasalah di penyeberangan dan kemacetan.

4. Dampak Lingkungan
Terminal menimbulkan polusi : udara, air, kebisingan, dan visual (gas buangan, debu, bunyi mesin dan getaran)
Langkah untuk mengurangi polusi : memasang alat anti kebisingan, dll.
 CONTOH TERMINAL
1. Terminal Angkutan Darat
Meliputi : terminal bis, KA, atau multi moda.
2. Terminal Angkutan Air
Pelabuhan : suatu perairan yang terlindung, dimana kapal bisa berlabuh dan memuat atau membongkar barang dengan selamat.
Jenis pelabuhan :
Jenis perairan (alam, semi alamiah, buatan)
Kegunaan (militer, perikanan, perdagangan, rekreasi)
Lokasi (laut, danau, sungai)
Fasilitas pelengkap pelabuhan :
pemecah ombak (breakwater), penambat kapal (jetti), penahan tumbukan (fender), crane, jalan rel, pipa minyak, dll.
3. Terminal Angkutan Udara
Tata letak tergantung :
– Konfigurasi runway
single, parallel, intersecting, dan non-intersecting, mempengaruhi kapasitas operasi pesawat.
– Sistem pengendalian operasi pesawat
berdasarkan penglihatan / menggunakan instrumen
Daerah terminal meliputi : gedung terminal, tempat parkir pesawat (apron), dan hanggar pesawat.
Fasilitas : ruang tunggu pengunjung dan penumpang, ruang pemrosesan penumpang, menara pengawas, dll.

Ukuran apron tergantung :
– ukuran dan jumlah gate position (daerah pemuatan)
– konfigurasi parkir pesawat (nose in, angled nose in, nose out, angled nose out, parallel)
– sistem parkir (frontal, open apron, finger system, satelit).
Konfigurasi parkir pesawat :
– nose in & angled nose in
keuntungan : pintu depan pesawat dekat dengan gedung terminal dan semburan panas dari mesin jet tidak masuk ke dalam gedung
kerugian : pintu belakang jauh dengan terminal
– nose out & angled nose out
kebalikan
Sistem parkir :
– frontal : sederhana dan ekonomis, terbatas pada terminal kecil.
– satelit : cocok untuk jumlah pesawat yang banyak, biaya mahal.
4. Terminal Lain
Contoh : stasiun pompa, terminal sabuk gerak.

SISTEM OPERASI TRANSPORTASI
Definisi : Segala sesuatu yang berhubungan dengan cara menggunakan atau memanfaatkan sistem transportasi dalam memenuhi fungsinya dan melayani permintaan yang ada.
Ruang Lingkup
Pemanfaatan jaringan
Penentuan rute, jadwal, dan frekuensi
Penyediaan kapasitas
Cara melakukan pembayaran
Kriteria untuk mengukur kinerja (tingkat dan kualitas pelayanan)
Karakteristik Jasa Transportasi: Jasa pelayanan trasnportasi tidak bisa disimpan untuk dimanfaatkan di waktu yang lain.
 PENENTUAN RUTE
Dasar Penentuan
1. Sistem Pelayanan
2 hal yang mendasari klasifikasi :
jenis rute dan perjalanan (jarak pendek, menengah, atau jauh)
jenis operasi / tipe pemberhentian (stop, skip-stop, express)
2. Konsep Hirarki Pelayanan
Kebutuhan sistem transportasi berkembang sesuai dengan perkembangan daerah dan kebutuhan pergerakan penduduknya.
Hirarki pelayanan (pada sistem transportasi yang sudah lengkap), bertujuan untuk lebih mengoptimalkan fungsi dari masing-masing subsistem atau moda.
Prinsip hirarki pelayanan : angkutan yang lebih kecil menjadi pengumpan (feeder) bagi sistem angkutan yang lebih besar.
Contoh :
Pada sistem angkutan umum perkotaan :
Angkutan kota (kapasitas rendah) melayani angkutan jarak dekat dan melayani daerah yang kebutuhannya tidak terlalu besar (pinggir kota)
Bus melayani angkutan berjarak cukup jauh, tetapi kebutuhan tidak begitu besar
Kereta api (kapasitas paling tinggi) melayani angkutan pada wilayah yang kebutuhannya sangat tinggi.
Jenis Rute
Rute yang umum digunakan : radial, circumferensial / loop, tangensial.
Panjang dan lokasi rute :

Permintaan
Lokasi asal tujuan (O-D)
Tersedianya lahan
Biaya penyediaan

 PENENTUAN JADWAL & FREKUENSI
Dasar Penentuan
Tergantung dari :

Permintaan yang ada
Sifat pelayanan yang dilaksanakan
Jenis waktu operasi (seharian, hanya pada jam sibuk, atau pada peristiwa khusus)
Sistem pengendalian sistem transportasi

Jenis Jadwal
Jadwal dan frekuensi :
-Sama sepanjang waktu
-Dibedakan (jam sibuk dengan tidak sibuk, hari kerja dan hari libur, dsb)
 PENENTUAN PEMBAYARAN
Dasar Penentuan
Prinsip pembayaran :

-Seragam (jauh dekat sama)
-Berdasarkan jarak
-Berdasarkan waktu
-Berdasarkan golongan penumpang

Pada sistem yang membedakan tarif, besarnya tarif ditentukan berdasarkan :
-Lebih jauh jarak yang ditempuh, lebih mahal
-Makin jarang orang memanfaatkan angkutan pada waktu tertentu, makin murah
Cara Pembayaran
– Langsung sebelum naik kendaraan (manual atau otomatis)
– Langganan
Besarnya tarif harus mempertimbangkan :
– Tujuan penyediaan angkutan (aspek sosial atau profit making)
– Besar pendapatan para pengguna
– Adanya kompetisi dari sistem yang lain
 KRITERIA KINERJA
Parameter / indikator untuk mengukur tingkat keberhasilan atau kinerja dari sistem operasi :
1. Tingkat pelayanan, menyangkut ukuran kuantitatif.
2. Mutu pelayanan, menyangkut ukuran kualitatif.
 Faktor Tingkat Pelayanan
1. Kapasitas
: jumlah penumpang / barang yang bisa dipindahkan dalam satuan waktu tertentu (orang/jam atau ton/jam).
Misal :
– kapasitas penumpang di dalam angkutan umum : 4 – 8 orang/m2
– kapasitas ideal jalan : 1000 – 1200 smp/lajur/jam
– kapasitas runway : 25 – 50 operasi/jam
Beberapa cara untuk meningkatkan kapasitas:
memperbesar ukuran, mempercepat perpindahan, memadatkan penumpang / barang.
Batasan-batasan yang harus diperhatikan:
keterbatasan ruang gerak, keselamatan, kenyamanan, dll.
2. Aksesibilitas
Menyatakan kemudahan orang dalam menggunakan suatu sarana transportasi tertentu.
Sistem transportasi sebaiknya bisa diakses dengan mudah dari berbagai tempat dan pada setiap saat.
 Faktor Kualitas Pelayanan
1. Keselamatan
Berhubungan dengan sistem pengendalian yang digunakan.
2. Keandalan
Berhubungan dengan faktor-faktor seperti ketepatan jadwal waktu dan jaminan sampai di tempat tujuan.
3. Fleksibilitas
Kemudahan yang ada dalam merubah segala sesuatu sebagai akibat adanya kejadian yang berubah tidak sesuai dengan skenario yang direncanakan.
4. Kenyamanan
Berhubungan dengan tata letak tempat duduk, sistem pengaturan udara di dalam kendaraan, adanya fasilitas khusus (toilet, tempat makan, waktu operasi, dll)
5. Kecepatan
Faktor yang sangat penting dan berhubungan dengan masalah efisiensi sistem transportasi.
6. Dampak
Dampak lingkungan (polusi, kebisingan, getaran) sampai dampak sosial politik.

SISTEM PENGENDALIAN TRANSPORTASI
Definisi : Seperangkat aturan / prosedur yg diterapkan pada kendaraan & lalu lintas untuk menjamin operasi transportasi yg aman & efisien serta menghindari terjadinya konflik.
Tujuan: Mengatur agar pergerakan yg terjadi bisa selalu dikontrol & berjalan dg selamat & efisien, serta menghasilkan kinerja yg maksimum.
Jenis Konflik
– Konflik fisik
Misal : penempatan suatu ruang gerak dlm waktu bersamaan
– Konflik kepentingan
Misal : keinginan meningkatkan kecepatan setinggi-tingginya berlawanan dg usaha menurunkan angka kecelakaan
Unsur yang Terlibat
• Semua elemen yg membentuk sistem keseluruhan, yaitu sarana, prasarana, & manusia.
• Badan khusus yg mengawasi:
• Polisi, DLLAJ, dll.
 JENIS SISTEM PENGENDALIAN
Prinsip Dasar
• Melihat & dilihat
• Pemisahan dlm ruang
• Pemisahan dlm waktu
Dlm keadaan tertentu, ketiga cara tsb dpt dikombinasikan & digunakan secara bersama-sama.
Alat yg digunakan :
aturan-aturan (tertulis maupun tdk), kebiasaan-kebiasaan tertentu, kode atau signal-signal khusus.
Sistem pengendalian saat ini banyak dilakukan melalui alat komunikasi modern, seperti : radio, telepon, satelit, TV, dll.
Melihat & dilihat: Dg kemampuan pengemudi untuk melihat suatu bahaya & menghindarinya.
Pemisahan dlm ruang: Membuat pemisahan antara ruang-ruang untuk bergerak.
Pemisahan dlm waktu: Pemakaian suatu ruang / jalur lalu lintas diatur secara tdk bersamaan / bergiliran.
 PENGENDALIAN ANGKUTAN DARAT
ANGKUTAN JALAN
Rambu & Marka
 Sistem yg cukup sederhana.
 Merupakan pesan-pesan yg ingin disampaikan kpd pengemudi.
 Pesan yg disampaikan berupa petunjuk, larangan, & informasi.
Lampu Lalu Lintas (Traffic Signal)
• Sistem pengendalian di persimpangan untuk mengatur giliran pengemudi melewati persimpangan.
• Jenis :
• fixed time, semi actuated, fully actuated.
• terisolasi, terkoordinasi dg persimpangan lain.
ANGKUTAN JALAN REL / KA
Sistem yg paling ekstensif, KA selalu berada dlm kontrol, dg cara membatasi derajat kebebasan & menghindari konflik dg kendaraan lain.
Jenis Pengendalian
 Manual / visual (kontrol pd masinis)
 Manual / signal & block sistem (kontrol pd masinis & signal), disebut juga Automatic Train Protection (ATP)
 Otomatisasi (semi / penuh), disebut Automatic Train Operation (ATO) / Automatic Train Supervision (ATS) / Central Train Control (CTC)
Kontrol Manual / Visual
 Tergantung pd penglihatan masinis
 Untuk KA dg kapasitas rendah & kecepatan < 70 km/jam
Kontrol Manual / Signal
Menggunakan semaphore / lampu signal.
Aspek (posisi lampu / tanda & pengaturannya) & indikasi (pesan yg disampaikan) ditentukan menurut aturan tertentu.
3 posisi dasar / warna lampu :
vertikal / hijau : clear
45º / kuning : approach
horisontal / merah : stop
Bisa dikombinasi dg sistem block signal, dimana jalur dibagi dlm beberapa blok
Panjang blok minimum = jarak henti + tingkat keselamatan
2 KA tdk boleh berada dlm blok yg sama
Kombinasi ini bisa meningkatkan keselamatan & kapasitas.
Jenis signal
wayside :
 di tepi jalur pd ujung blok
 murah & sederhana
cabside :
ruang kontrol KA
tdk tergantung cuaca & penghalang pandangan
Kontrol Otomatis
Terdiri atas :
– Kontrol semi otomatis
hanya untuk pengoperasian, kontrol naik turun penumpang masih dilakukan oleh personel.
– Kontrol otomatis penuh
KA tanpa awak
Keuntungan:
Jadwal teratur
Kapasitas naik
Konsumsi energi & suku cadang turun
Keselamatan meningkat
Kerugian:
Biaya mahal
Bisa menimbulkan masalah, terutama pada keadaan darurat, karena tdk ada kontak antara penumpang & awak
 PENGENDALIAN ANGKUTAN AIR
Tujuan : untuk penentuan posisi & pemberian informasi adanya daerah bahaya.
Sistem pengendalian kadang dilengkapi dg bunyi-bunyian / isyarat peluit.
Navigasi Perairan
– Peta kedalaman dasar laut,
untuk menentukan jalur pelayaran kapal
– Posisi rambu-rambu, mercu suar, dll.
membantu kapal menentukan posisi & memperingatkan adanya daerah bahaya
Radar (radio direction and ranging)
Untuk pengendalian jarak & mendeteksi adanya benda-benda.
Prinsip : gelombang elektronik dipancarkan oleh pemancar yg berputar, gelombang akan memantul apabila menabrak suatu objek & bisa diperlihatkan di layar.
Radio beacons
Alat elektronik yg paling sederhana & paling luas digunakan.
Berupa 1 penerima dg antena berarah.
Signal radio beacons bisa diterima pd jarak dekat – menengah sampai 100 mil.
 PENGENDALIAN ANGKUTAN UDARA
Terdiri dari 2 kategori :
– Pengendalian di jalur pergerakan
Posisi pesawat dipantau oleh stasiun pengendali yg ada di sepanjang jalur penerbangan.
– Pengendalian di terminal
Pada saat naik turun penumpang.
Beacon
Tanda-tanda yg harus diikuti & biasanya diperlukan untuk pengendalian di jalur pergerakan.
Termasuk di dalamnya Automatic Direction Finding (ADF) / Distance Measurement Equipment (DME)
Instrumen Landing System (ILS)
Sistem pendaratan dg menggunakan alat.
Berupa signal / lampu yg harus diikuti pada saat pendaratan.
Misal : Approach Light System (ALS), Threshold lighting, Runway lighting, Taxiway lighting, lampu penunjuk arah angin & arah pendaratan.

 MANAJEMEN SISTEM TRANSPORTASI (BAB 11)
 DEFINISI
Manajemen Sistem Transportasi :
suatu proses yang tidak hanya menyempurnakan perencanaan transportasi dan teknik lalu lintas tradisional, tetapi juga menitik beratkan pada terwujudnya suatu mobilitas, keamanan, penghematan energi, serta perlindungan kualitas lingkungan melalui suatu penerapan metode ilmiah berdasarkan prinsip-prinsip teknik dan perencanaan sistem.
Atau :
Manajemen Sistem Transportasi adalah proses yang melibatkan perencanaan dan operasi dari suatu kesatuan sistem transportasi perkotaan.
 TUJUAN
Mengkoordinasikan semua alat perjalanan melalui pengoperasian, pengaturan, dan kebijaksanaan pelayanan, sehingga dapat tercapai suatu efisiensi dan produktivitas maksimum pada sistem transportasi.
 SASARAN
Konservasi sumber-sumber pendanaan, energi, kualitas lingkungan dan kualitas kehidupan perkotaan.

 CARA-CARA PELAKSANAAN

Pembatasan lalin (traffic restriction)
Pengendalian lalin (traffic restraints)
Sistem fiskal/keuangan (fiscal measures)
Sistem insentif (incentives system)
Perbaikan layanan transit
Penyediaan fasilitas bagi pengendara sepeda dan pejalan kaki
Penyediaan/pengembangan layanan paratransit
Manajemen lalin (traffic management

 Pembatasan Lalu Lintas
Mencegah lalu lintas kendaraan, untuk tidak memasuki, berhenti ataupun melintasi rute/area tertentu.
Hanya ditujukan pada kendaraan dengan kategori tertentu.
Contoh:
Penutupan jalan secara permanen atau temporer untuk semua lalu lintas kendaraan
Penerapan sistem pembuntuan jalan
Larangan penggunaan jalan berdasarkan area atau waktu
Pembatasan parkir di jalan atau penghapusan parkir di jalan
 Pengendalian lalu lintas
Mengendalikan lalu lintas kendaraan dengan menerapkan suatu konsekuensi bagi penggunaan sistem transportasi.
Memberikan pilihan kepada pengguna transport untuk menggunakan sistem dengan konsekuensi tertentu atau sama sekali menghindari penggunaannya.
Contoh:
 Pembagian area pusat kegiatan menjadi beberapa zona, dengan penerapan sistem jalan satu arah, dan peraturan berbelok tertentu, yang tidak memungkinkan perjalanan antar zona atau lalu lintas menerus.
 Penerapan road pricing, dengan cara menarik bayaran kepada pengguna rute/area yang padat.
Pelaksanaan:
jalan tol
penerapan screen-line pricing (menarik bayaran pada kendaraan yang melewati garis imaginer yang melintasi semua koridor yang ada)
penerapan cordon pricing (menarik bayaran pada kendaraan yang melewati garis imaginer yang mengelilingi suatu area yang padat)
penerapan area licensing (menarik bayaran pada kendaraan yang masuk ke area tertentu yang padat)
 Penerapan kontrol perparkiran (parking control), untuk membatasi jumlah total kendaraan yang parkir di pusat area kegiatan, dan untuk membatasi volume lalu lintas di kota secara keseluruhan.
Pelaksanaan:
membatasi jumlah tempat parkir dan lokasi perparkiran
pembatasan durasi penggunaan tempat parker
penarikan ongkos parkir dengan variasi tingkatan berdasarkan waktu penggunaan
pembatasan tempat parkir hanya untuk pengguna jalan tertentu
 Sistem Fiskal/Keuangan
Berhubungan dengan penerapan pajak terhadap hal-hal yang berhubungan langsung dengan transportasi.
Contoh:
Pemberlakuan pajak pembelian kendaraan
Pajak pendaftaran kendaraan
Pajak impor kendaraan
Pajak pembelian bahan bakar
 Sistem Insentif
Pengguna transportasi akan mendapatkan keuntungan tambahan langsung sebagai akibat dari penerapan sistem tersebut.
Contoh:
 Pengaturan jam kerja secara bergiliran dan penerapan jadwal kerja yang fleksibel, yang akan mengurangi volume lalu lintas pada jam sibuk.
 Pemberlakuan kebijaksanaan pada pengoperasian kendaraan umum.
Pelaksanaan:
 biaya perjalanan yang besarnya bervariasi sesuai kemampuan finansial pengguna
 penerapan flat fare ( biaya jauh dekat sama)
 penggunaan kartu langganan dengan jangka waktu tak terbatas
 bebas biaya bagi penggunaan transportasi umum
 Perbaikan Layanan Transit
Karena tingginya biaya desain dan pengadaan moda transportasi jenis baru maka kebijaksanaan yang diambil adalah tetap menggunakan moda transportasi umum konvensional tetapi dengan:
 Perlakuan Khusus
misal : pemberian prioritas bagi bus pada persimpangan, penerapan jalur khusus untuk bus, penerapan jalur berlawanan khusus untuk bus.
 Penyediaan fasilitas untuk kenyamanan pengguna
misal : penyediaan fasilitas di dalam kendaraan umum (AC, telepon, koran & majalah, toilet), penyediaan halte dengan kelengkapannya, pengadaan terminal transit, penyediaan fasilitas ‘park & ride’
 Peningkatan kapasaitas angkut, dengan menggunakan bus kapasitas tinggi
 Penyediaan Fasilitas bagi Pengendara Sepeda dan Pejalan Kaki
Penyediaan fasilitas bagi pejalan kaki (seperti : jalur khusus bagi pejalan kaki dan pedestrian malls) akan meningkatkan arus dan keamanan dari pejalan kaki.
Jalur khusus untuk sepeda akan menjadikan tidak terganggunya aus lalu lintas sepeda, sehingga akan meningkatkan keamanan bagi pengendaranya.

 Penyediaan/Pengembangan Layanan Paratransit
Paratransit bersifat seperti transit karena servis yang ditawarkan adalah untuk masyarakat, sedangkan persamaan dengan kendaraan pribadi karena pengoperasiannya didasarkan pada permintaan (tidak mempunyai rute dan jadwal yang tetap)
Pelaksanaan :
 Penerapan : car-pooling, van-pooling
 Penyediaan : taksi, dial-a-ride bus, bajaj, bemo, becak, shared-ride taxi.
 Manajemen Lalu Lintas
Untuk memperbaiki kondisi arus lalu lintas dan meningkatkan efisiensi ruas jalan, sehingga dapat menghindari kebutuhan akan ekspansi jalan.
Pelaksanaan :
 Kontrol lalu lintas, dengan cara penerapan koordinasi sinyal, penandaan perkerasan, lampu pengatur lalu lintas serta perlampuan jalan, akan meningkatkan keamanan dan kelancaran pergerakan lalu lintas kendaraan pada jaringan jalannya.
 Pengaturan arus lalu lintas, untuk meningkatkan kapasitas jalan, khususnya selama periode sibuk, tanpa pelebaran jalan. Contoh : pengaturan jalan satu arah, penerapan jalur yang dapat diubah arahnya, peraturan dalam berbelok, serta pengkhususan jalur untuk jenis moda tertentu.
 Pengembangan minor pada sistem jalan, dengan cara kanalisasi, pelebaran sisi jalan serta desain persimpangan.

Penilaian dan Evaluasi Sistem Transportasi
Definisi
Kegiatan penelitian atau pengkajian yang dilakukan secara menyeluruh dari berbagai aspek dalam usaha untuk mengetahui kelayakan suatu usulan alternatif transportasi.
Hasil dari penilaian dan evaluasi :
rekomendasi mengenai layak atau tidaknya suatu usulan untuk ditindaklanjuti
Maksud
 Proses penentuan / pemilihan usulan / alternatif yang ada untuk dilaksanakan.
 Menentukan skema ataupun kebijakan yang cocok untuk direkomendasikan untuk dilaksanakan.
Tujuan
 Untuk menghasilkan spesifikasi dasar dari suatu usulan rencana yang layak ditindaklanjuti.
 Untuk mengetahui secara lebih pasti tingkat kelayakan dari semua alternatif skema usulan dari berbagai aspek yang ditinjau, sehingga penentuan / pemilihan usulan terpilih akan lebih obyektif.
Tipe Evaluasi
1. Evaluasi pra-pelaksanaan
Adalah evaluasi yang dilakukan sebelum tahap implementasi dari suatu usulan sistem transportasi.
Maksud : membandingkan kinerja dari beberapa alternatif sistem transportasi yang diusulkan untuk diterapkan.
2. Evaluasi pasca-pelaksanaan
Adalah evaluasi yang dilakukan setelah tahap implementasi dari suatu usulan sistem transportasi.
Maksud : mengukur kinerja dari sistem transportasi yang diterapkan apakah telah memenuhi kriteria tujuan dan sasaran yang diterapkan.
Pelaksanaan evaluasi kelayakan diaplikasikan untuk:
 Penyediaan fasilitas baru
 Perbaikan kondisi fasilitas transportasi yang ada
Metode Evaluasi
Beberapa metode yang umumnya digunakan :
 Kebijaksanaan ahli
 Perangkingan
 Ekonomi
 Biaya
1. Metode Pendekatan Kebijaksanaan Ahli
Dasar : Pembobotan secara subyektif oleh seorang ahli atas komponen dampak (positif & negatif).
Keuntungan : Memerlukan sedikit waktu dan biaya.
Kelemahan : Faktor subyektifitas yang dominan, sehingga kualitas evaluasi sangat dipengaruhi kapabilitas ahli.
2. Metode Pendekatan Perangkingan
Dasar : Pembobotan atas berbagai dampak dalam skala perangkingan setiap kriteria kualitas kinerja.
Keuntungan : Mampu mengukur beberapa komponen dampak yang berbeda satuan
(mis : dampak pengurangan waktu tempuh, jumlah kecelakaan, dan penambahan nilai tanah akibat pembangunan suatu ruas jalan baru)
Kelemahan :
 Dalam menentukan nilai dari masing-masing komponen
 Dalam menentukan perbandingan nilai antar komponen dampak
3. Metode Evaluasi Ekonomi
Dasar : Mengkuantifikasi seluruh komponen dampak ke dalam satuan nilai uang atau besaran moneter.
Keuntungan : Terukurnya kinerja alternatif sistem transportasi secara kuantitatif dengan nilai moneter
Kelemahan :
 Dalam menentukan nilai konversi beberapa dampak ke dalam nilai uang
 Adanya fluktuasi nilai uang yang akan mempengaruhi akurasi dari evaluasi yang dilakukan
4. Metode Efektifitas Biaya
Pengembangan dari metode evaluasi ekonomi dengan menambahkan beberapa kriteria dari kajian “community value effectiveness” berdasarkan tingkat utilitas alternatif terhadap keinginan masyarakat

Keuntungan :Mampu mengukur dampak suatu alternatif sistem transportasi secara komprehensif
Kelemahan :Perlu jumlah data & biaya sangat besar, waktu yang panjang, faktor konversi yang akan mempengaruhi kualitas evaluasi
Ruang Lingkup

Aspek teknis
Aspek sosial budaya
Aspek lingkungan
Aspek financial
Aspek ekonomis
Aspek manajerial dan administrasi
Aspek organisasi
Aspek kelembagaan

1. Kajian Aspek Teknis
Kajian yang dilakukan :
apakah usulan alternatif transportasi cukup handal, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis.
Aspek teknis yang ditinjau :
aspek rekayasa, aspek operasional, dan aspek perawatan.
Cakupan penilaian teknis :

Jenis teknologi yang sesuai
Dimensi, skala, dan bentuk
Lokasi, konfigurasi, dan tata letak
Tata cara dan prosedur yang digunakan
Tingkat efektifitas dan efisiensi
Tingkat ketahanan dan kehandalan

2. Kajian Aspek Sosial Budaya
Cakupan penilaian aspek sosial budaya :
 Dampak sosial budaya dari aktifitas usulan terhadap masyarakat dan individu yang terlibat di dalamnya
 Dampak sosial budaya terhadap lingkungan sekitarnya
Output :
 Rekomendasi mengenai usulan alternatif transportasi tersebut dapat diimlementasikan pada kondisi sosial budaya yang ada saat ini
 Antisipasi apa yang harus dilakukan jika usulan alternatif transportasi tersebut akan diimplementasikan

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

sistem transportasi masa kini

TERMINAL

Fungsi :
Tempat awal dan akhir operasi transportasi
Tempat pergantian moda atau rute
Fasilitas pelayanan dan pemeliharaan sarana transportasi (kendaraan & peralatan)
Penyimpanan, distribusi, dan bongkar muat barang

Jenis Terminal :
Pelabuhan
Lapangan terbang
Stasiun KA
Terminal bis
Terminal peti kemas
Stasiun pompa
dll

KARAKTERISTIK :
1. Waktu Pelayanan
Makin kecil makin bagus.
Contoh:
– Kapal laut = 15% waktu (musim salju utk perawatan)
– Pesawat terbang = 30 – 60 menit setiap 2 jam terbang (25 – 50%)
2. Fasilitas yang Disediakan
Tergantung jenis lalu lintas, contoh:
– Angkutan barang : sayur dan makanan perlu tempat pendingin; bahan cair perlu pipa dan pompa; barang tambang curah perlu sabuk gerak; peti kemas perlu crane.
– Angkutan penumpang perlu lift, toilet, kantin, ruang istirahat, dll.
3. Proses Pemeriksaan dan Distribusi
Supaya lancar, perlu pengaturan arus agar efisien dan dipisah-pisah.
Contoh : pemisahan arus kedatangan dan keberangkatan, pemisahan tempat untuk pengantar dan tempat pemeriksaan dokumen, klasifikasi tujuan.
 MASALAH YANG DIHADAPI
1. Perlunya Rencana Terpadu
Kasus sering terjadi : perencanaan terminal awalnya bersifat setempat & baru diperluas bila diperlukan.
2. Biaya
Biaya di ruas tergantung jarak tempuh, makin jauh unit biaya makin murah.
Biaya di terminal tergantung volume & jumlah angkutan.
Meliputi : biaya bongkar-muat, biaya sewa gudang, dll.
3. Tata Guna Lahan dan Kondisi Lokal
Terminal idealnya sedekat mungkin dengan sumber pembangkit perjalanan.
Terminal sejajar dengan muka jalan, bermasalah di penyeberangan dan kemacetan.

4. Dampak Lingkungan
Terminal menimbulkan polusi : udara, air, kebisingan, dan visual (gas buangan, debu, bunyi mesin dan getaran)
Langkah untuk mengurangi polusi : memasang alat anti kebisingan, dll.
 CONTOH TERMINAL
1. Terminal Angkutan Darat
Meliputi : terminal bis, KA, atau multi moda.
2. Terminal Angkutan Air
Pelabuhan : suatu perairan yang terlindung, dimana kapal bisa berlabuh dan memuat atau membongkar barang dengan selamat.
Jenis pelabuhan :
Jenis perairan (alam, semi alamiah, buatan)
Kegunaan (militer, perikanan, perdagangan, rekreasi)
Lokasi (laut, danau, sungai)
Fasilitas pelengkap pelabuhan :
pemecah ombak (breakwater), penambat kapal (jetti), penahan tumbukan (fender), crane, jalan rel, pipa minyak, dll.
3. Terminal Angkutan Udara
Tata letak tergantung :
– Konfigurasi runway
single, parallel, intersecting, dan non-intersecting, mempengaruhi kapasitas operasi pesawat.
– Sistem pengendalian operasi pesawat
berdasarkan penglihatan / menggunakan instrumen
Daerah terminal meliputi : gedung terminal, tempat parkir pesawat (apron), dan hanggar pesawat.
Fasilitas : ruang tunggu pengunjung dan penumpang, ruang pemrosesan penumpang, menara pengawas, dll.

Ukuran apron tergantung :
– ukuran dan jumlah gate position (daerah pemuatan)
– konfigurasi parkir pesawat (nose in, angled nose in, nose out, angled nose out, parallel)
– sistem parkir (frontal, open apron, finger system, satelit).
Konfigurasi parkir pesawat :
– nose in & angled nose in
keuntungan : pintu depan pesawat dekat dengan gedung terminal dan semburan panas dari mesin jet tidak masuk ke dalam gedung
kerugian : pintu belakang jauh dengan terminal
– nose out & angled nose out
kebalikan
Sistem parkir :
– frontal : sederhana dan ekonomis, terbatas pada terminal kecil.
– satelit : cocok untuk jumlah pesawat yang banyak, biaya mahal.
4. Terminal Lain
Contoh : stasiun pompa, terminal sabuk gerak.

SISTEM OPERASI TRANSPORTASI
Definisi : Segala sesuatu yang berhubungan dengan cara menggunakan atau memanfaatkan sistem transportasi dalam memenuhi fungsinya dan melayani permintaan yang ada.
Ruang Lingkup
Pemanfaatan jaringan
Penentuan rute, jadwal, dan frekuensi
Penyediaan kapasitas
Cara melakukan pembayaran
Kriteria untuk mengukur kinerja (tingkat dan kualitas pelayanan)
Karakteristik Jasa Transportasi: Jasa pelayanan trasnportasi tidak bisa disimpan untuk dimanfaatkan di waktu yang lain.
 PENENTUAN RUTE
Dasar Penentuan
1. Sistem Pelayanan
2 hal yang mendasari klasifikasi :
jenis rute dan perjalanan (jarak pendek, menengah, atau jauh)
jenis operasi / tipe pemberhentian (stop, skip-stop, express)
2. Konsep Hirarki Pelayanan
Kebutuhan sistem transportasi berkembang sesuai dengan perkembangan daerah dan kebutuhan pergerakan penduduknya.
Hirarki pelayanan (pada sistem transportasi yang sudah lengkap), bertujuan untuk lebih mengoptimalkan fungsi dari masing-masing subsistem atau moda.
Prinsip hirarki pelayanan : angkutan yang lebih kecil menjadi pengumpan (feeder) bagi sistem angkutan yang lebih besar.
Contoh :
Pada sistem angkutan umum perkotaan :
Angkutan kota (kapasitas rendah) melayani angkutan jarak dekat dan melayani daerah yang kebutuhannya tidak terlalu besar (pinggir kota)
Bus melayani angkutan berjarak cukup jauh, tetapi kebutuhan tidak begitu besar
Kereta api (kapasitas paling tinggi) melayani angkutan pada wilayah yang kebutuhannya sangat tinggi.
Jenis Rute
Rute yang umum digunakan : radial, circumferensial / loop, tangensial.
Panjang dan lokasi rute :

Permintaan
Lokasi asal tujuan (O-D)
Tersedianya lahan
Biaya penyediaan

 PENENTUAN JADWAL & FREKUENSI
Dasar Penentuan
Tergantung dari :

Permintaan yang ada
Sifat pelayanan yang dilaksanakan
Jenis waktu operasi (seharian, hanya pada jam sibuk, atau pada peristiwa khusus)
Sistem pengendalian sistem transportasi

Jenis Jadwal
Jadwal dan frekuensi :
-Sama sepanjang waktu
-Dibedakan (jam sibuk dengan tidak sibuk, hari kerja dan hari libur, dsb)
 PENENTUAN PEMBAYARAN
Dasar Penentuan
Prinsip pembayaran :

-Seragam (jauh dekat sama)
-Berdasarkan jarak
-Berdasarkan waktu
-Berdasarkan golongan penumpang

Pada sistem yang membedakan tarif, besarnya tarif ditentukan berdasarkan :
-Lebih jauh jarak yang ditempuh, lebih mahal
-Makin jarang orang memanfaatkan angkutan pada waktu tertentu, makin murah
Cara Pembayaran
– Langsung sebelum naik kendaraan (manual atau otomatis)
– Langganan
Besarnya tarif harus mempertimbangkan :
– Tujuan penyediaan angkutan (aspek sosial atau profit making)
– Besar pendapatan para pengguna
– Adanya kompetisi dari sistem yang lain
 KRITERIA KINERJA
Parameter / indikator untuk mengukur tingkat keberhasilan atau kinerja dari sistem operasi :
1. Tingkat pelayanan, menyangkut ukuran kuantitatif.
2. Mutu pelayanan, menyangkut ukuran kualitatif.
 Faktor Tingkat Pelayanan
1. Kapasitas
: jumlah penumpang / barang yang bisa dipindahkan dalam satuan waktu tertentu (orang/jam atau ton/jam).
Misal :
– kapasitas penumpang di dalam angkutan umum : 4 – 8 orang/m2
– kapasitas ideal jalan : 1000 – 1200 smp/lajur/jam
– kapasitas runway : 25 – 50 operasi/jam
Beberapa cara untuk meningkatkan kapasitas:
memperbesar ukuran, mempercepat perpindahan, memadatkan penumpang / barang.
Batasan-batasan yang harus diperhatikan:
keterbatasan ruang gerak, keselamatan, kenyamanan, dll.
2. Aksesibilitas
Menyatakan kemudahan orang dalam menggunakan suatu sarana transportasi tertentu.
Sistem transportasi sebaiknya bisa diakses dengan mudah dari berbagai tempat dan pada setiap saat.
 Faktor Kualitas Pelayanan
1. Keselamatan
Berhubungan dengan sistem pengendalian yang digunakan.
2. Keandalan
Berhubungan dengan faktor-faktor seperti ketepatan jadwal waktu dan jaminan sampai di tempat tujuan.
3. Fleksibilitas
Kemudahan yang ada dalam merubah segala sesuatu sebagai akibat adanya kejadian yang berubah tidak sesuai dengan skenario yang direncanakan.
4. Kenyamanan
Berhubungan dengan tata letak tempat duduk, sistem pengaturan udara di dalam kendaraan, adanya fasilitas khusus (toilet, tempat makan, waktu operasi, dll)
5. Kecepatan
Faktor yang sangat penting dan berhubungan dengan masalah efisiensi sistem transportasi.
6. Dampak
Dampak lingkungan (polusi, kebisingan, getaran) sampai dampak sosial politik.

SISTEM PENGENDALIAN TRANSPORTASI
Definisi : Seperangkat aturan / prosedur yg diterapkan pada kendaraan & lalu lintas untuk menjamin operasi transportasi yg aman & efisien serta menghindari terjadinya konflik.
Tujuan: Mengatur agar pergerakan yg terjadi bisa selalu dikontrol & berjalan dg selamat & efisien, serta menghasilkan kinerja yg maksimum.
Jenis Konflik
– Konflik fisik
Misal : penempatan suatu ruang gerak dlm waktu bersamaan
– Konflik kepentingan
Misal : keinginan meningkatkan kecepatan setinggi-tingginya berlawanan dg usaha menurunkan angka kecelakaan
Unsur yang Terlibat
• Semua elemen yg membentuk sistem keseluruhan, yaitu sarana, prasarana, & manusia.
• Badan khusus yg mengawasi:
• Polisi, DLLAJ, dll.
 JENIS SISTEM PENGENDALIAN
Prinsip Dasar
• Melihat & dilihat
• Pemisahan dlm ruang
• Pemisahan dlm waktu
Dlm keadaan tertentu, ketiga cara tsb dpt dikombinasikan & digunakan secara bersama-sama.
Alat yg digunakan :
aturan-aturan (tertulis maupun tdk), kebiasaan-kebiasaan tertentu, kode atau signal-signal khusus.
Sistem pengendalian saat ini banyak dilakukan melalui alat komunikasi modern, seperti : radio, telepon, satelit, TV, dll.
Melihat & dilihat: Dg kemampuan pengemudi untuk melihat suatu bahaya & menghindarinya.
Pemisahan dlm ruang: Membuat pemisahan antara ruang-ruang untuk bergerak.
Pemisahan dlm waktu: Pemakaian suatu ruang / jalur lalu lintas diatur secara tdk bersamaan / bergiliran.
 PENGENDALIAN ANGKUTAN DARAT
ANGKUTAN JALAN
Rambu & Marka
 Sistem yg cukup sederhana.
 Merupakan pesan-pesan yg ingin disampaikan kpd pengemudi.
 Pesan yg disampaikan berupa petunjuk, larangan, & informasi.
Lampu Lalu Lintas (Traffic Signal)
• Sistem pengendalian di persimpangan untuk mengatur giliran pengemudi melewati persimpangan.
• Jenis :
• fixed time, semi actuated, fully actuated.
• terisolasi, terkoordinasi dg persimpangan lain.
ANGKUTAN JALAN REL / KA
Sistem yg paling ekstensif, KA selalu berada dlm kontrol, dg cara membatasi derajat kebebasan & menghindari konflik dg kendaraan lain.
Jenis Pengendalian
 Manual / visual (kontrol pd masinis)
 Manual / signal & block sistem (kontrol pd masinis & signal), disebut juga Automatic Train Protection (ATP)
 Otomatisasi (semi / penuh), disebut Automatic Train Operation (ATO) / Automatic Train Supervision (ATS) / Central Train Control (CTC)
Kontrol Manual / Visual
 Tergantung pd penglihatan masinis
 Untuk KA dg kapasitas rendah & kecepatan < 70 km/jam
Kontrol Manual / Signal
Menggunakan semaphore / lampu signal.
Aspek (posisi lampu / tanda & pengaturannya) & indikasi (pesan yg disampaikan) ditentukan menurut aturan tertentu.
3 posisi dasar / warna lampu :
vertikal / hijau : clear
45º / kuning : approach
horisontal / merah : stop
Bisa dikombinasi dg sistem block signal, dimana jalur dibagi dlm beberapa blok
Panjang blok minimum = jarak henti + tingkat keselamatan
2 KA tdk boleh berada dlm blok yg sama
Kombinasi ini bisa meningkatkan keselamatan & kapasitas.
Jenis signal
wayside :
 di tepi jalur pd ujung blok
 murah & sederhana
cabside :
ruang kontrol KA
tdk tergantung cuaca & penghalang pandangan
Kontrol Otomatis
Terdiri atas :
– Kontrol semi otomatis
hanya untuk pengoperasian, kontrol naik turun penumpang masih dilakukan oleh personel.
– Kontrol otomatis penuh
KA tanpa awak
Keuntungan:
Jadwal teratur
Kapasitas naik
Konsumsi energi & suku cadang turun
Keselamatan meningkat
Kerugian:
Biaya mahal
Bisa menimbulkan masalah, terutama pada keadaan darurat, karena tdk ada kontak antara penumpang & awak
 PENGENDALIAN ANGKUTAN AIR
Tujuan : untuk penentuan posisi & pemberian informasi adanya daerah bahaya.
Sistem pengendalian kadang dilengkapi dg bunyi-bunyian / isyarat peluit.
Navigasi Perairan
– Peta kedalaman dasar laut,
untuk menentukan jalur pelayaran kapal
– Posisi rambu-rambu, mercu suar, dll.
membantu kapal menentukan posisi & memperingatkan adanya daerah bahaya
Radar (radio direction and ranging)
Untuk pengendalian jarak & mendeteksi adanya benda-benda.
Prinsip : gelombang elektronik dipancarkan oleh pemancar yg berputar, gelombang akan memantul apabila menabrak suatu objek & bisa diperlihatkan di layar.
Radio beacons
Alat elektronik yg paling sederhana & paling luas digunakan.
Berupa 1 penerima dg antena berarah.
Signal radio beacons bisa diterima pd jarak dekat – menengah sampai 100 mil.
 PENGENDALIAN ANGKUTAN UDARA
Terdiri dari 2 kategori :
– Pengendalian di jalur pergerakan
Posisi pesawat dipantau oleh stasiun pengendali yg ada di sepanjang jalur penerbangan.
– Pengendalian di terminal
Pada saat naik turun penumpang.
Beacon
Tanda-tanda yg harus diikuti & biasanya diperlukan untuk pengendalian di jalur pergerakan.
Termasuk di dalamnya Automatic Direction Finding (ADF) / Distance Measurement Equipment (DME)
Instrumen Landing System (ILS)
Sistem pendaratan dg menggunakan alat.
Berupa signal / lampu yg harus diikuti pada saat pendaratan.
Misal : Approach Light System (ALS), Threshold lighting, Runway lighting, Taxiway lighting, lampu penunjuk arah angin & arah pendaratan.

 MANAJEMEN SISTEM TRANSPORTASI (BAB 11)
 DEFINISI
Manajemen Sistem Transportasi :
suatu proses yang tidak hanya menyempurnakan perencanaan transportasi dan teknik lalu lintas tradisional, tetapi juga menitik beratkan pada terwujudnya suatu mobilitas, keamanan, penghematan energi, serta perlindungan kualitas lingkungan melalui suatu penerapan metode ilmiah berdasarkan prinsip-prinsip teknik dan perencanaan sistem.
Atau :
Manajemen Sistem Transportasi adalah proses yang melibatkan perencanaan dan operasi dari suatu kesatuan sistem transportasi perkotaan.
 TUJUAN
Mengkoordinasikan semua alat perjalanan melalui pengoperasian, pengaturan, dan kebijaksanaan pelayanan, sehingga dapat tercapai suatu efisiensi dan produktivitas maksimum pada sistem transportasi.
 SASARAN
Konservasi sumber-sumber pendanaan, energi, kualitas lingkungan dan kualitas kehidupan perkotaan.

 CARA-CARA PELAKSANAAN

Pembatasan lalin (traffic restriction)
Pengendalian lalin (traffic restraints)
Sistem fiskal/keuangan (fiscal measures)
Sistem insentif (incentives system)
Perbaikan layanan transit
Penyediaan fasilitas bagi pengendara sepeda dan pejalan kaki
Penyediaan/pengembangan layanan paratransit
Manajemen lalin (traffic management

 Pembatasan Lalu Lintas
Mencegah lalu lintas kendaraan, untuk tidak memasuki, berhenti ataupun melintasi rute/area tertentu.
Hanya ditujukan pada kendaraan dengan kategori tertentu.
Contoh:
Penutupan jalan secara permanen atau temporer untuk semua lalu lintas kendaraan
Penerapan sistem pembuntuan jalan
Larangan penggunaan jalan berdasarkan area atau waktu
Pembatasan parkir di jalan atau penghapusan parkir di jalan
 Pengendalian lalu lintas
Mengendalikan lalu lintas kendaraan dengan menerapkan suatu konsekuensi bagi penggunaan sistem transportasi.
Memberikan pilihan kepada pengguna transport untuk menggunakan sistem dengan konsekuensi tertentu atau sama sekali menghindari penggunaannya.
Contoh:
 Pembagian area pusat kegiatan menjadi beberapa zona, dengan penerapan sistem jalan satu arah, dan peraturan berbelok tertentu, yang tidak memungkinkan perjalanan antar zona atau lalu lintas menerus.
 Penerapan road pricing, dengan cara menarik bayaran kepada pengguna rute/area yang padat.
Pelaksanaan:
jalan tol
penerapan screen-line pricing (menarik bayaran pada kendaraan yang melewati garis imaginer yang melintasi semua koridor yang ada)
penerapan cordon pricing (menarik bayaran pada kendaraan yang melewati garis imaginer yang mengelilingi suatu area yang padat)
penerapan area licensing (menarik bayaran pada kendaraan yang masuk ke area tertentu yang padat)
 Penerapan kontrol perparkiran (parking control), untuk membatasi jumlah total kendaraan yang parkir di pusat area kegiatan, dan untuk membatasi volume lalu lintas di kota secara keseluruhan.
Pelaksanaan:
membatasi jumlah tempat parkir dan lokasi perparkiran
pembatasan durasi penggunaan tempat parker
penarikan ongkos parkir dengan variasi tingkatan berdasarkan waktu penggunaan
pembatasan tempat parkir hanya untuk pengguna jalan tertentu
 Sistem Fiskal/Keuangan
Berhubungan dengan penerapan pajak terhadap hal-hal yang berhubungan langsung dengan transportasi.
Contoh:
Pemberlakuan pajak pembelian kendaraan
Pajak pendaftaran kendaraan
Pajak impor kendaraan
Pajak pembelian bahan bakar
 Sistem Insentif
Pengguna transportasi akan mendapatkan keuntungan tambahan langsung sebagai akibat dari penerapan sistem tersebut.
Contoh:
 Pengaturan jam kerja secara bergiliran dan penerapan jadwal kerja yang fleksibel, yang akan mengurangi volume lalu lintas pada jam sibuk.
 Pemberlakuan kebijaksanaan pada pengoperasian kendaraan umum.
Pelaksanaan:
 biaya perjalanan yang besarnya bervariasi sesuai kemampuan finansial pengguna
 penerapan flat fare ( biaya jauh dekat sama)
 penggunaan kartu langganan dengan jangka waktu tak terbatas
 bebas biaya bagi penggunaan transportasi umum
 Perbaikan Layanan Transit
Karena tingginya biaya desain dan pengadaan moda transportasi jenis baru maka kebijaksanaan yang diambil adalah tetap menggunakan moda transportasi umum konvensional tetapi dengan:
 Perlakuan Khusus
misal : pemberian prioritas bagi bus pada persimpangan, penerapan jalur khusus untuk bus, penerapan jalur berlawanan khusus untuk bus.
 Penyediaan fasilitas untuk kenyamanan pengguna
misal : penyediaan fasilitas di dalam kendaraan umum (AC, telepon, koran & majalah, toilet), penyediaan halte dengan kelengkapannya, pengadaan terminal transit, penyediaan fasilitas ‘park & ride’
 Peningkatan kapasaitas angkut, dengan menggunakan bus kapasitas tinggi
 Penyediaan Fasilitas bagi Pengendara Sepeda dan Pejalan Kaki
Penyediaan fasilitas bagi pejalan kaki (seperti : jalur khusus bagi pejalan kaki dan pedestrian malls) akan meningkatkan arus dan keamanan dari pejalan kaki.
Jalur khusus untuk sepeda akan menjadikan tidak terganggunya aus lalu lintas sepeda, sehingga akan meningkatkan keamanan bagi pengendaranya.

 Penyediaan/Pengembangan Layanan Paratransit
Paratransit bersifat seperti transit karena servis yang ditawarkan adalah untuk masyarakat, sedangkan persamaan dengan kendaraan pribadi karena pengoperasiannya didasarkan pada permintaan (tidak mempunyai rute dan jadwal yang tetap)
Pelaksanaan :
 Penerapan : car-pooling, van-pooling
 Penyediaan : taksi, dial-a-ride bus, bajaj, bemo, becak, shared-ride taxi.
 Manajemen Lalu Lintas
Untuk memperbaiki kondisi arus lalu lintas dan meningkatkan efisiensi ruas jalan, sehingga dapat menghindari kebutuhan akan ekspansi jalan.
Pelaksanaan :
 Kontrol lalu lintas, dengan cara penerapan koordinasi sinyal, penandaan perkerasan, lampu pengatur lalu lintas serta perlampuan jalan, akan meningkatkan keamanan dan kelancaran pergerakan lalu lintas kendaraan pada jaringan jalannya.
 Pengaturan arus lalu lintas, untuk meningkatkan kapasitas jalan, khususnya selama periode sibuk, tanpa pelebaran jalan. Contoh : pengaturan jalan satu arah, penerapan jalur yang dapat diubah arahnya, peraturan dalam berbelok, serta pengkhususan jalur untuk jenis moda tertentu.
 Pengembangan minor pada sistem jalan, dengan cara kanalisasi, pelebaran sisi jalan serta desain persimpangan.

Penilaian dan Evaluasi Sistem Transportasi
Definisi
Kegiatan penelitian atau pengkajian yang dilakukan secara menyeluruh dari berbagai aspek dalam usaha untuk mengetahui kelayakan suatu usulan alternatif transportasi.
Hasil dari penilaian dan evaluasi :
rekomendasi mengenai layak atau tidaknya suatu usulan untuk ditindaklanjuti
Maksud
 Proses penentuan / pemilihan usulan / alternatif yang ada untuk dilaksanakan.
 Menentukan skema ataupun kebijakan yang cocok untuk direkomendasikan untuk dilaksanakan.
Tujuan
 Untuk menghasilkan spesifikasi dasar dari suatu usulan rencana yang layak ditindaklanjuti.
 Untuk mengetahui secara lebih pasti tingkat kelayakan dari semua alternatif skema usulan dari berbagai aspek yang ditinjau, sehingga penentuan / pemilihan usulan terpilih akan lebih obyektif.
Tipe Evaluasi
1. Evaluasi pra-pelaksanaan
Adalah evaluasi yang dilakukan sebelum tahap implementasi dari suatu usulan sistem transportasi.
Maksud : membandingkan kinerja dari beberapa alternatif sistem transportasi yang diusulkan untuk diterapkan.
2. Evaluasi pasca-pelaksanaan
Adalah evaluasi yang dilakukan setelah tahap implementasi dari suatu usulan sistem transportasi.
Maksud : mengukur kinerja dari sistem transportasi yang diterapkan apakah telah memenuhi kriteria tujuan dan sasaran yang diterapkan.
Pelaksanaan evaluasi kelayakan diaplikasikan untuk:
 Penyediaan fasilitas baru
 Perbaikan kondisi fasilitas transportasi yang ada
Metode Evaluasi
Beberapa metode yang umumnya digunakan :
 Kebijaksanaan ahli
 Perangkingan
 Ekonomi
 Biaya
1. Metode Pendekatan Kebijaksanaan Ahli
Dasar : Pembobotan secara subyektif oleh seorang ahli atas komponen dampak (positif & negatif).
Keuntungan : Memerlukan sedikit waktu dan biaya.
Kelemahan : Faktor subyektifitas yang dominan, sehingga kualitas evaluasi sangat dipengaruhi kapabilitas ahli.
2. Metode Pendekatan Perangkingan
Dasar : Pembobotan atas berbagai dampak dalam skala perangkingan setiap kriteria kualitas kinerja.
Keuntungan : Mampu mengukur beberapa komponen dampak yang berbeda satuan
(mis : dampak pengurangan waktu tempuh, jumlah kecelakaan, dan penambahan nilai tanah akibat pembangunan suatu ruas jalan baru)
Kelemahan :
 Dalam menentukan nilai dari masing-masing komponen
 Dalam menentukan perbandingan nilai antar komponen dampak
3. Metode Evaluasi Ekonomi
Dasar : Mengkuantifikasi seluruh komponen dampak ke dalam satuan nilai uang atau besaran moneter.
Keuntungan : Terukurnya kinerja alternatif sistem transportasi secara kuantitatif dengan nilai moneter
Kelemahan :
 Dalam menentukan nilai konversi beberapa dampak ke dalam nilai uang
 Adanya fluktuasi nilai uang yang akan mempengaruhi akurasi dari evaluasi yang dilakukan
4. Metode Efektifitas Biaya
Pengembangan dari metode evaluasi ekonomi dengan menambahkan beberapa kriteria dari kajian “community value effectiveness” berdasarkan tingkat utilitas alternatif terhadap keinginan masyarakat

Keuntungan :Mampu mengukur dampak suatu alternatif sistem transportasi secara komprehensif
Kelemahan :Perlu jumlah data & biaya sangat besar, waktu yang panjang, faktor konversi yang akan mempengaruhi kualitas evaluasi
Ruang Lingkup

Aspek teknis
Aspek sosial budaya
Aspek lingkungan
Aspek financial
Aspek ekonomis
Aspek manajerial dan administrasi
Aspek organisasi
Aspek kelembagaan

1. Kajian Aspek Teknis
Kajian yang dilakukan :
apakah usulan alternatif transportasi cukup handal, aman, dan dapat dipertanggungjawabkan secara teknis.
Aspek teknis yang ditinjau :
aspek rekayasa, aspek operasional, dan aspek perawatan.
Cakupan penilaian teknis :

Jenis teknologi yang sesuai
Dimensi, skala, dan bentuk
Lokasi, konfigurasi, dan tata letak
Tata cara dan prosedur yang digunakan
Tingkat efektifitas dan efisiensi
Tingkat ketahanan dan kehandalan

2. Kajian Aspek Sosial Budaya
Cakupan penilaian aspek sosial budaya :
 Dampak sosial budaya dari aktifitas usulan terhadap masyarakat dan individu yang terlibat di dalamnya
 Dampak sosial budaya terhadap lingkungan sekitarnya
Output :
 Rekomendasi mengenai usulan alternatif transportasi tersebut dapat diimlementasikan pada kondisi sosial budaya yang ada saat ini
 Antisipasi apa yang harus dilakukan jika usulan alternatif transportasi tersebut akan diimplementasikan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s